Update 30 Juli 2017

Disclaimer : Penelitian ini dilakukan oleh Noah Kagan dari OkDork dengan bantuan dari BuzzSumo – platform analisis konten viral.

Viral artinya, sesuatu yang tersebar sangat cepat di internet. Banyak individu maupun organisasi yang ingin menjadikan fenomena ini sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan mereka.

Efek Viral membuat penyebaran informasi menjadi lebih cepat dan menghemat banyak biaya.

Sebagai pembuka, ini adalah Infographic hasil penelitian tentang 10 Cara yang TERBUKTI membuat konten viral

Kalau Agan mau taruh infographic di atas ke website atau blog Agan, bisa copas kode dibawah ya..

Kalau Agan mau download versi pdf artikel ini, ada disini

Oke, Sekarang, saatnya membuka hasil penelitiannya satu per satu.

Siapa yang tidak ingin menjadi viral ?

Dalam hal positif pastinya..

Sekarang udah bebas narkoba

Melihat fenomena ini, muncul banyak artikel menuliskan bagaimana cara menjadi viral. Namun, apakah itu berdasarkan penelitian yang mendalam ? dan… apakah itu update ?

BuzzSumo, telah menganalisis jumlah share di media sosial – lebih dari 100 juta artikel dalam 8 bulan terakhir. Jadi, cukup meyakinkan untuk mengatakan bahwa BuzzSumo memang memahami, apa yang sebenarnya membuat konten menjadi viral di internet.

Tentu saja, semua hal yang akan kita teliti ini, disertai syarat utama…

Syarat utama untuk membuat konten viral adalah dengan membuat konten berkualitas yang menarik. Bagaimana membuat tulisan yang berkualitas pernah saya bahas disini.

Nah, Syarat ini tidak ada gantinya.

Tidak ada cara cepat, trik, atau sulap untuk “membohongi” pembaca agar mereka mem viralkan artikel kita. Tapi pertanyaannya, begitu kita selesai menulis artikel yang bagus dan menarik, bagaimana kita mendorong artikel ini menjadi viral di antara semua konten di internet ?

Tidak ada kepastian untuk hal itu , tetapi ada beberapa cara untuk meningkatkan kemungkinan bahwa konten kita bisa menjadi viral.

Di bawah ini, adalah formula yang bisa di gunakan untuk meningkatkan peluang konten kita menjadi viral.

Siap ?

Ini dia 10 cara yang terbukti membuat konten viral :

 

  1. Konten yang lebih panjang mendapatkan lebih banyak share di media sosial.

Kita mungkin pernah mendengar statistik tentang berapa banyak orang yang melihat konten melalui perangkat mobile mereka, seperti handhone, tab dan lainnya. Banyak yang mengatakan, Ini berarti kita harus menulis konten pendek tapi “menggigit” agar bisa memuaskan perhatian pembaca yang menurut banyak orang, rentang waktunya terbatas.

Namun, apakah Benar begitu ?

Well, analisis yang di lakukan dari 10 % artikel teratas yang paling banyak dibagikan, membuktikan sebaliknya.

Rata-rata, konten yang memiliki artikel panjang dibagikan lebih banyak daripada artikel yang pendek.

Jika kita melihat grafik di atas, kita akan melihat sesuatu : rata rata, semakin panjang konten, semakin banyak share yang di dapatnya. Secara spesifik, 3.000-10.000 kata dalam satu konten mendapatkan share di atas rata-rata (8.859).

Mungkin karena di internet, ada banyak sekali konten pendek yang diposting – sehingga menyebabkan “kebisingan”.

Berapa banyak ?

Ada 16 kali lebih banyak konten yang kurang dari 1.000 kata dibandingkan konten dengan 2.000+ kata.

Ini memberitahu kita bahwa kebanyakan orang tidak mau membuat artikel yang mendalam dan diteliti dengan baik serta dilengkapi dengan wawasan.

Ini juga berarti ada lebih banyak kesempatan bagi kita untuk membuat konten hebat dan lebih menonjol dari yang lainnya.

Temuan ini sama dengan para periset yang menemukan bahwa artikel New York Times yang lebih panjang lebih cenderung dibagikan dengan email daripada yang lebih pendek.

Fakta lainnya adalah… Ehm, Ya, orang suka berbagi foto kucing dan meme lucu (saya juga), tetapi mereka juga ingin berbagi konten panjang dan menantang secara intelektual.

Karena internet sudah dibanjiri konten bentuk pendek dan gif, kita lebih baik menghabiskan waktu untuk menulis satu konten luar biasa yang memiliki persaingan kurang daripada menulis banyak potongan pendek dan mengandung unsur bulu -meouww.

Ini catatan penting untuk membuat konten viral : Konten yang berkualitas, lebih mudah untuk menonjol.

Langkah pertama : Buatlah artikel setidaknya 3000 kata, atau 2.000 kata paling sedikit.

 

  1. Memiliki setidaknya satu gambar di dalam konten, untuk memicu lebih banyak share di Facebook

Kita semua pernah mendengar para ahli mengatakan : gambar yang menarik, meningkatkan kedekatan dengan pembaca. Tapi apakah itu hanya berlaku untuk postingan di Facebook ? Bagaimana dengan konten tertulis yang kita buat di website kita ?

Kali ini, semua artikel yang di jelajahi di BuzzSumo akan dibandingkan untuk memperoleh jumlah rata-rata konten Facebook dengan:

  1. 1 atau lebih gambar
  2. 0 (tidak ada) gambar

Inilah hasilnya :

Dengan kata lain, rata-rata, dua kali lebih banyak orang berbagi posting dengan setidaknya satu gambar di post.

Ini menggarisbawahi pentingnya memiliki elemen visual didalam sebuah teks.

(Perlu diingat meskipun, tidak ada analisis apapun tentang bagaimana menarik gambar ini secara visual, indikatornya adalah dengan adanya gambar.)

Bagaimana dengan social meta tags Facebook ?

Apakah penulis artikel yang menggunakan tag ini – khususnya untuk gambar pratinjau – menerima lebih banyak share Facebook ?

(yang dimaksud meta tag disini, jika Kita ingin Facebook menampilkan gambar pratinjau tertentu, kita harus menerapkan tag meta ini di bagian <head> konten artikel kita: <meta property = “og: image” = “Http://example.com/image.jpg” />)

Hasilnya: artikel yang menerapkan meta tag pratinjau foto Facebook memiliki lebih dari tiga kali lebih banyak share dan like Facebook dibandingkan dengan yang tidak.

catatan : biasanya meta tag pratinjau foto otomatis muncul bila postingan kita memiliki setidaknya satu gambar.

Langkah kedua: Terapkan social meta tag dan tambahkan foto ke setiap postingan. Gambar membuat pembaca potensial membayangkan isi konten sebelum mereka mengunjungi artikel .

Agan bisa download versi pdf artikel ini disini

  1. Memiliki setidaknya satu gambar di postingan menyebabkan lebih banyak share di Twitter

Mungkin tidak mengejutkan, sama seperti hasil penelitian di atas (Facebook social image) bahwa di Twitter itu juga penting.

Tulisan dengan Open Graph image tag secara substansial, lebih banyak mendapat share di Twitter daripada yang tidak :

Kalau Agan mau tahu lebih jauh soal hal ini, Open Graph ini sama seperti  twitter card yang pernah saya terangkan.

Langkah ketiga : Menambahkan gambar ke konten dan postingan kita akan memperbesar minat orang untuk membagikannya di Twitter dan juga Facebook.

 

  1. Buat artikel tentang hal lucu, menggembirakan, atau mengagumkan. Ini menarik sisi narsis seseorang

10.000 artikel paling banyak dibagikan di seluruh web telah di analisis, dan dipetakan ke dalam emosi pembacannya seperti kegembiraan, kesedihan, kemarahan, geli, tawa, dll.

Inilah rincian emosi yang terlibat saat membagikan konten :

3 emosi yang paling populer ketika membagikan artikel adalah :

  • Kagum (25%)
  • Lucu (17%)
  • Menghibur (15%).

Sebaliknya, emosi yang paling tidak populer adalah kesedihan dan kemarahan (7%).

(Perhatikan perbedaan antara lucu dan menghibur, lucu artinya menghasilkan tawa sedangkan menghibur artinya sebagai hiburan, dan tidak membuat tertawa terbahak-bahak.)

Lalu mengapa orang berbagi hal-hal yang membuat kagum, bahagia dan memicu tawa ?

New York Times sepertinya punya jawabannya dengan penelitiannya beberapa tahun yang lalu.

Mereka mewawancarai 2.500 orang untuk menentukan alasan utama kenapa mereka berbagi cerita secara online. Inilah alasan utama mereka :

  • Membagikan hal yang berharga dan bisa menghibur satu sama lain
  • Mendefinisikan diri mereka kepada orang lain (memberi tahu orang lain tentang siapa mereka)
  • Menumbuhkan dan memelihara hubungan (tetap terhubung dengan orang lain)
  • Pemenuhan diri (merasa lebih terlibat di dunia)
  • Mendapatkan kabar tentang hal yang mereka pedulikan

 

Konten yang mengagumkan dan lucu biasanya memenuhi tiga alasan pertama.

Berbagi konten menghibur seperti memberi value bagi teman kita, menunjukkan kepada orang lain bahwa kita memiliki selera yang bagus, dan memicu berbagai reaksi.

Tidak hanya itu, orang – orang juga berbagi karena alasan egois, seperti narsisme….

bukan gambar saya

Kesampingkan gambar di atas.. Mari kita lanjutkan, bagaimana narsis ini bisa mempengaruhi seseorang untuk membagikan sebuah konten.

Kita lihat bahwa 8 dari 10 artikel yang di share paling banyak dalam 8 bulan terakhir adalah berjenis kuis (7 dari BuzzFeed, 1 dari New York Times). Kuis yang dimaksud, seperti :

Apa pekerjaan yang seharusnya kamu jalankan. Pilih makanan favoritmu dan jawab pertanyaan ini untuk menentukan di rumah Howgarts mana kamu layak tinggal.

Jadi, Mengapa jenis konten kuis seperti ini paling banyak dibagikan ?

Saat hasil kuis dibagikan, ini akan memicu ego seseorang. Orang lain akan belajar lebih banyak tentang siapa orang tersebut, apa yang mereka hargai, dan selera mereka.

Pikirkan kapan terakhir kita berbagi hasil kuis seperti test psikologis atau games kemiripan karakter. Apakah teman Facebook kita benar-benar peduli ? Mungkin Tidak, tapi dalam diri kita akan terbesit bahwa  ada yang akan tahu betapa kerennya kita.

Demikian pula, membagikan bagian yang berpendirian tentang masalah yang trending, seperti pernikahan gay , yang memungkinkan orang lain tahu di posisi mana kita melihat masalah ini.

Intinya, kuis seperti ini berhasil menarik orang untuk membagikannya. Seseorang akan berbagi konten yang membantu mereka mengidentifikasi siapa mereka. Menjadi kontroversial dapat membagi orang banyak, tetapi orang-orang yang setuju dengan kita lebih mungkin untuk membagi konten kita.

Langkah keempat : Jadilah penghibur … Buatlah konten yang menyenangkan.

 

  1. Orang suka berbagi daftar dan infografis

Menjadi penting untuk mengetahui format konten mana yang lebih disukai netizen untuk dibagikan. Dalam penelitian ini dibuat enam klasifikasi artikel :

  • Daftar (List)
  • Infografis
  • artikel “Bagaimana Cara”
  • Artikel “Apa” (misal: artikel yang judulnya diawali dengan kata “Apa”)
  • Artikel “Mengapa” (misalnya artikel yang mencoba menjawab pertanyaan “Mengapa”)
  • Video

Ini dia hasilnya :

(Catatan: Ini adalah rata-rata share dari semua konten yang di analisis.)

Dari data ini ditemukan bahwa postingan “Daftar” (misalnya : 10 tempat terbaik berwisata di dunia) dan infografis menerima lebih banyak share rata-rata daripada jenis konten lainnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, video dan artikel “bagaimana cara” menerima share lebih sedikit dari jumlah rata-rata artikel lainnya.

Ada banyak kemungkinan alasan mengapa postingan “daftar” dibagi paling banyak. Beberapa kemungkinan alas an : Sebuah daftar memberi pembaca ide yang tepat tentang apa yang diharapkan (yaitu 10 cara untuk melakukan sesuatu), namun juga mudah disimak, dan mudah dibaca dengan cepat.

Demikian pula, infografis mempermudah penggabungan sejumlah besar informasi dengan cara yang menarik secara visual.

Either way, pastikan konten kita memiliki banyak gambar atau grafik, sehingga pembaca tidak terintimidasi oleh begitu banyak teks.

Langkah kelima: Jika kita menulis konten dalam bentuk panjang, jangan lupa untuk membuatnya mudah dibaca. Penataannya dalam sebuah list adalah cara mudah untuk melakukannya, tapi jika kita tidak menulis list, pastikan kita menulis paragraf yang mudah dibaca, dan gunakan sub-judul dan poin poin.

Capek baca ? Agan bisa download versi pdf artikel ini disini

  1. 10 adalah nomor ajaib untuk sebuah daftar

Ini kenyataannya : Dalam penelitian, daftar dengan 10 item, rata-rata menerima share sosial paling banyak dengan jumlah 10.621 share.

Daftar dengan 10 item, memiliki rata-rata share sebanyak empat kali lebih banyak dari jumlah. Jumlah daftar kedua yang paling populer adalah 23 item, diikuti 16 item dan 24 item list.

Langkah keenam : Jika kita menulis postingan daftar, cobalah membulatkannya hingga 10 item.

 

  1. Orang cenderung berbagi konten yang terpercaya

Apakah kepercayaan memainkan peran dengan keinginan berbagi konten ?

Untuk menjawabnya, kita akan bandingkan rata-rata jumlah share di media sosial untuk dua jenis konten :

  1. Tidak ada byline atau bio yang melekat pada konten
  2. Artikel dengan byline atau bio

Hasilnya menunjukkan pentingnya byline.

Byline, dan kepercayaan, memainkan peran utama di Twitter, LinkedIn, dan Google+.

(Catatan: Angka-angka dinormalisasi ke bawah sampai 100, karena angka nya tidak terlalu penting, hanya tingkat perbedaannya yang dibutuhkan.)

Namun, masalah kepercayaan atu bio ini sepertinya tidak membuat perbedaan di Facebook.

Artikel dengan byline atau bio memiliki pangsa sosial 0,10% lebih banyak daripada yang tanpa byline / bio. Sebaliknya, di Google+, artikel dengan byline / bio memiliki pangsa sosial 42% lebih banyak daripada yang tanpa byline atau bio.

Kepercayaan Byline tidak memainkan peran utama di Facebook menunjukkan bahwa pengguna facebook berbagi berbagai semua jenis konten di setiap jaringan sosial. Seperti kita yang biasanya berbagi konten lucu dan menghibur di Facebook dengan teman dekat kita.

Namun di Twitter, Linkedin, dan Google+, sebagian besar orang lebih memilih untuk membagikan konten dari sumber yang dapat dipercaya untuk membangun kredibilitas.

Langkah ketujuh: Gunakanlah byline di awal posting, dan bio di akhirnya agar membuat konten kita terlihat dapat dipercaya.

 

  1. Mendapatkan satu influencer tambahan untuk berbagi artikel kita memiliki efek berlipat ganda.

Tidak semua orang yang berbagi sesuatu di internet diciptakan sama.

Misalnya, jika Oprah, Tim Ferriss, atau Nuh berbagi artikel dengan pengikut mereka, bagaimanapun, ini akan menghasilkan lebih banyak retweet / suka daripada jika hanya orang biasa membaginya.

Tapi bisakah kita mengukur efek itu ?

Sepertinya tidak mungkin meyakinkan Oprah, Tim Ferriss, atau Nuh untuk meretweet konten kita (dan percayalah, kami sudah mencobanya.) Sangat sulit!) – Tapi masih ada solusinya.

Bagaimana jika seseorang yang “sedikit“ lebih berpengaruh daripada rata-rata orang mau berbagi konten kita ? Berapa banyak lagi orang tambahan yang akan berbagi hasilnya ? Bisakah kita memprediksi itu?

Mari bandingkan jumlah share sosial dari artikel yang memiliki 0 sharer penting dengan yang memiliki satu atau lebih sharer penting.

Sebagai indikator, definisi “influencer” ini adalah seseorang yang tweetnya di retweet dua kali rata rata.

Misalnya, jika kita menge-tweet 100 kali total, dan 200 orang meretweet tweet tersebut, rata-rata retweets adalah 2.0

Inilah hasilnya :

  • Satu orang berpengaruh berbagi konten kita, akan menghasilkan 31,8% lebih banyak share sosial
  • Tiga orang berpengaruh yang membagikan konten kita melipatgandakan jumlah share sosial
  • Lima orang berpengaruh yang membagikan konten kita melipatkan hampir empat kali jumlah total share sosial untuk sebuah artikel

Itu bagus, tapi bagaimana kita mendapatkan lebih banyak influencer untuk berbagi konten tanpa mengandalkan keberuntungan ?

Salah satunya adalah dengan bekerja mundur. Alih-alih menulis konten kita terlebih dahulu, temukan sepotong konten yang serupa dengan yang ingin kita hasilkan, dan lihat semua influencer yang membagikannya.

Kemudian mulai membangun hubungan dengan influencer sebelum kita memulai postingan dengan tema pilihan.

Misalnya, kita ingin menulis artikel tentang “pengoptimalan konversi”. Dengan BuzzSumo, kita dapat menemukan artikel yang paling banyak dibagikan tentang pengoptimalan konversi dalam 6 bulan terakhir dengan menggunakan Penelusuran Konten Teratas.

Kita akan melihat daftar hasil seperti di bawah ini:

Hasil pertama di atas memiliki 2.039 lembar share dari conversionxl.com. kita dapat melihat siapa yang membagikan artikel ini dengan mengklik tombol “View Sharers”. Di sana kita akan melihat daftar orang yang berbagi artikel ini di Twitter, diurutkan berdasarkan retweet rata-rata. Dengan kata lain, ini diurutkan berdasarkan tingkat pengaruhnya.

Inilah yang terlihat:

Ada beberapa hal bermanfaat lainnya yang bisa lihat untuk setiap sharer (orang yang membagikan content kita), termasuk jumlah pengikut yang mereka miliki, dan rasio balasannya (% tweet yang merupakan balasan langsung kepada seseorang). Sementara jumlah pengikut adalah metrik yang umum digunakan orang untuk mengukur pengaruhnya, namun dengan mudah bisa dipalsukan. Retweet , rata-rata sangat sulit dipalsukan.

Untuk menemukan daftar influencer, kita sebaiknya mencari lebih dari satu artikel untuk mengumpulkan daftar influencer. Begitu kita memiliki daftar ini, kita dapat menghubungi masing-masing dan bertanya :

  • Untuk memberikan kutipan yang akan kita gunakan di artikel
  • Pertanyaan untuk mendapatkan umpan balik mengenai sebuah ide
  • Tautkan ke sesuatu yang mereka tulis tentang topik kita.

Orang suka berbagi hal-hal yang pernah mereka hadapi, bahkan jika mereka tidak terlibat di dalamnya secara langsung. Jika kita dapat menggabungkan influencer ini ke sebuahartikel, mereka akan cenderung membagikan artikel tersebut dengan pengikut mereka sendiri.

Mewawancarai orang juga bisa menjadi cara yang bagus untuk melibatkan mereka.

Di BuzzSumo, mereka mencoba mewawancarai lebih dari 40 orang di industri SEO dan semua orang yang diwawancarai berbagi artikel yang melibatkan mereka dengan audiens mereka.

Inilah tangkapan layar dari tweet yang kami kirim ke orang yang ditanya apakah mereka ingin diwawancarai. Sebagian besar tanggapannya sangat positif.

 

Langkah Kedelapan: Menyiapkan dan meminta orang-orang berpengaruh melihat ke konten kita untuk secara signifikan meningkatkan kemungkinan konten kita dibagikan.

(Catatan: Ingat, orang yang berpengaruh tidak berkewajiban untuk membagikan konten kita, jangan terlalu memaksa melakukannya.)

 

  1. Mempromosikan ulang konten lama secara teratur.

Hal berikutnya yang di analisis adalah penurunan persentase share sosial setelah kita mempublikasikan sebuah artikel selama 3 hari. Kebanyakan orang akan berbagi postingan kita dalam beberapa hari pertama, dan kemudian saham tersebut akan menurun, tapi seberapa banyak menurun ?

Hasilnya agak menyedihkan. Setelah tiga hari, di semua jejaring sosial, jumlah share akan turun setidaknya 96% selama empat hari ke depan. Saham Facebook paling banyak drop, dan Google+ dan Pinterest drop paling sedikit:

  • Facebook: 98,9% menurun
  • Twitter: penurunan 97,4%
  • LinkedIn: 97,34% mengalami penurunan
  • Google+: 96,7% menurun
  • Pinterest: penurunan 96,7%

Setelah minggu pertama, jumlah share untuk tiga minggu ke berikutnya turun setidaknya 86%. share Twitter turun paling banyak, dan share Linkedin turun sedikit.

  • Twitter: penurunan 92,1%
  • Google+: 90% menurun
  • Facebook: 89% menurun
  • Pinterest: penurunan 86%
  • LinkedIn: penurunan 82%

Ini tidak bisa dihindari kan ?

kalau Keanu Reeves mungkin bisa

Tapi.. Ketika penelitian kita lanjutkan lebih jauh, ada beberapa artikel yang ternyata memiliki lebih banyak share di media sosial setelah seminggu berlalu, , Kita coba analisis apa yang sebenarnya mereka lakukan.

Salah satu artikel tersebut adalah posting blog oleh Evernote yang hanya mengumpulkan 23 share Facebook setelah seminggu. Namun, setelah satu bulan, totalnya sharenya 181 – meningkat 686 % (!!!).

Kok bisa ?

Setelah melakukan beberapa penggalian,  alasannya adalah: mereka melakukan promosi ulang dalam 11 hari di Facebook setelah dipublikasikan:

tidak ada data pasti tentang masa tunggu ideal sebelum mengirim ulang konten. Namun kemungkinan adalah seminggu.

Di sini, Evernote menerbitkan karya mereka pada hari Senin, dan mempromosikannya pada hari Jumat minggu depan. Strategi yang solid adalah mempromosikan potongan-potongan yang kita tulis pada hari Jumat dan akhir pekan pada hari yang lebih populer seperti Senin seminggu kemudian. Ini akan memastikan semua postingan kita mendapatkan jumlah eksposur yang sama.

Tentu saja, prasyarat ini adalah untuk menulis konten yang topiknya bertahan lama atau evergreen, karena bisa dibagi dan dipromosi kapan saja setelah kita mempublikasikannya.

Tapi bagaimana jika posting lama kita tidak evergreen ?

Masih ada cara untuk mempromosikan posting lama jika berhubungan dengan acara yang akan datang. Misalnya, kami menemukan infografis tentang influencer untuk ditemui di SMWW (sebuah konferensi pemasaran media sosial) yang memiliki 72 saham twitter setelah seminggu, namun 487 mengunggah saham Twitter setelah satu bulan. Apa rahasia mereka?

Infografinya pertama kali diterbitkan pada tanggal 10 Maret, dan kemudian dibagikan lagi di Twitter pada tanggal 28 Maret, hari konferensi. Waktu ini secara dramatis meningkatkan jumlah retreeets dan saham Twitter.

 

Langkah kesembilan : Promosikan ulang posting lama kita, setidaknya seminggu setelah diterbitkan. Sebagai alternatif, temukan konten yang terkait dengan acara atau liburan yang akan datang, dan repromasikan di hari kejadian.

 

  1. Selasa adalah hari terbaik untuk mempublikasikan konten agar di bagikan banyak orang.

Hari ketika kita mempublikasikan konten ternyata dapat memiliki pengaruh besar pada seberapa banyak konten ini dibagikan. Lihatlah bagan di bawah ini, yang menunjukkan jumlah total share setiap hari untuk semua konten yang telah di analisis:

Kita dapat melihat lebih banyak konten dibagikan selama seminggu, dengan dimulainya setiap minggu memiliki volume share tertinggi. Umumnya konten mendapatkan sebagian besar saham pada hari Selasa atau Senin, tergantung pada jaringan sosialnya:

  • Keseluruhan Hari Terbaik: Selasa
  • Hari Terbaik Untuk Facebook: Selasa
  • Hari Terbaik untuk Google+: Selasa
  • Hari Terbaik untuk Twitter: Selasa
  • Hari Terbaik untuk Linkedin: Senin
  • Hari Terbaik untuk Pinterest: Senin

Langkah kesepuluh : Publikasikan dan bagikan konten kita pada hari Senin atau Selasa untuk mendapatkan lebih banyak share.

 

Kesimpulan

Untuk meringkas, berikut adalah 10 cara konten viral berbasis pebelitian dan data yang harus kita ketahui saat membuat konten:

  1. Konten dalam bentuk panjang memiliki persaingan yang lebih sedikit – dan mendapatkan lebih banyak share secara rata-rata
  2. Gunakan gambar di Facebook
  3. Gunakan gambar di Twitter
  4. Buatlah content yang membuat kagum, tawa, atau menghibur
  5. Daftar (List) dan infografis lebih cenderung dibagikan. Jika kita menulis artikel formulir panjang, pastikan mudah untuk dibaca.
  6. 10 adalah angka ajaib untuk sebuah daftar
  7. Pastikan artikel kita kredibel
  8. Coba jalin hubungan atau dekati influencer sebelum menulis konten agar mereka mau membagikannya nanti.
  9. Tulis konten evergreen dan promosikan artikel kita secara teratur setelah dipublikasikan.
  10. Selasa adalah hari terbaik untuk mempublikasikan dan mempromosikan konten

 

Sekali lagi, penelitian ini dilakukan oleh BuzzSumo dan Noah. Saya hanya mencoba membuatnya lebih mudah dipahami. Saya sendiri masih harus belajar dan ber eksperiment..

Bingung ?

Kalau Agan pemula di bisnis online dan mau belajar dari nol, download e book gratis yang saya bagikan .

Jalan masih panjang.. Siapkan kopi dan snack untuk mulai membuat konten viral.

Semoga bermanfaat :)

Agan tertarik membaca hasil penelitian aslinya dalam bahasa Inggris ? Silahkan lihat di OkDork.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *